Fb. Ig. Tw.

Jika semesta ini adalah sebuah lukisan, maka menurutku sekarang semua warna mulai bercampur, dan artinya semua warna akan menjadi hitam

Knights of Apocalype adalah komik sci-fi karya Is Yunianto yang diterbitkan oleh Wind Rider Publishing. Komik ini berceritakan pria bernama Lex, tentara bayaran yang memiliki amnesia. Ia bersama temannya, Kaz dan Andrea dipekerjakan oleh Federasi Ares untuk memerangi invasi dari Kerajaan Black Sun. Buku ini terdiri dari 3, volume 1 terbit pada tahun 2007 sedangkan volume 2 dan 3 terbit pada tahun 2008.

buku ini mendapat perhatianku disaat aku hendak membeli komik di toko komik terdekatku dan melihat di segmen komik indonesia yang dipenuhi oleh romcom, ada sebuah buku dengan orang memegang pedang laser ala lightsaber. Sebagai penggemar star wars dan gundam sayapun mengambil buku tersebut dan sampai sekarang menjadi salah satu koleksi kesayanganku. Ini juga menjadi buku pertamaku yang dibuat oleh komikus lokal diantara komik-komik jepang dan eropaku.

koleksi pribadi penulisnya hahahaha

Secara garis besar ceritanya tidak terlalu rumit namun cukup memiliki kepribadiannya sendiri. Seorang tokoh utama yang kehilangan ingatannya dan mencoba mengungkap misteri masa lalunya, Para pejuang kebebasan yang melawan tirani kediktatoran serta peperangan epik di luar angakasa adalah yang kalian bisa harapkan dari membaca buku ini.

Jika aku harus nitpik soal komik ini paling pacenya yang agak terburu-buru terutama di folume akhir. Akan lebih menarik kalau kehidupan ketiga tokoh utama Lex, Kaz dan Andrea bisa lebih di kulik lagi tapi ini tidak akan mengaggu enjoyment kalian.

Ok now spoiler zone. Gw akan bahas komik ini per volume so bagi yang ga mau kena bocoran dan mau baca sendiri silahkan skip ke bawah. Ready? Here we go…

Volume 1 dimulai dengan pertempuran di koloni pertambangan Ares yang bernama Shiklabad. Di situ kita diperkenalkan oleh ketiga tokoh utama komik ini. Kaz terlihat memimpin pasukan tentara bayarannya dan memancing beberapa pasukan Black sun ke tempat dimana Andrea siap dengan mecha nya. Pertempuran berakhir ketika Lex, jagoan kita, seorang diri melumpuhkan mesin perang Black sun dan menyelamatkan kota sebelum mesin tersebut menghancurkan prisai kota.

Cerita dilanjutkan dengan memperkenalkan kita dengan faksi netral dalam perang Ares dan Black sun yaitu koloni Freedom yang ingin memediasi perjanjian damai Black Sun dan Ares. Di situ kita diperkenalkan dengan Ivette, anak angkat Jendral Ares, komandan PSI-soldier Freedom Shundava serta Regine, penjaga sektor bawah freedom yang senang melukis di waktu luangnya. Mereka bertiga akan memegang peran penting di chapter-chapter kedepan.

Volume ini berakhir saat kedok Black sun terungkap dan pasukan rahasia mereka menyerang warga sipil. Si sama Lex bertemu seseorang yang memiliki hubungan ke masa lalunya. Ia memiliki luka parut di wajahnya dan memiliki senjata sama seperti Lex. Ditengah pertarungan, Lex mengingat nama orang itu, Wolfenstein. Pasukan Black sun berhasil melarikan diri termasuk wolfenstein dan lex terluka parah di akhir pertempuran dan itulah akhir dari volume 1

Volume 2 diwali degan flashback dimasa lalu dimana Black sun masih dinamakan Imperium Terra yang sedang berperang dengan alien yang bernama Draxonian. Lalu Lex terbangun dari tidurnya setelah lukanya pulih. Dia disambut dengan komandan pasukan merah Ares, kolonel Emma Spielburg yang mengklaim bahwa Lex adalah anggotanya yang hilang pada saat melakukan misi rahasia. Namun tiada waktu istirahat untuk pahlawan kita karena black sun melancarkan kembai serangan mereka dengan armada dan pasukan darat. Di tengah pertempuran dalam koloni, Lex bertemu lagi dengan seseorang yang mirip dengannya, yaitu Jager. pria besar ini seolah-olah bertarung bukan untuk membunuh Lex namun malah melatih dan bercakap dengannya layaknya teman lama. Dia mengatakan kepada lex bahwa dia sudah lagi tidak mempercayai Black Sun dan imperium yang dia cintai sudah tiada dan harus dihentikan. Jager tewas saat melindungi lex dari reruntuhan koloni yang akan hancur dan lex kembali ke pesawatnya untuk melawan armada black sun.

Sementara itu Koloni Freedom tidak dapat menahan seragan dari kapal induk black sun lebih lama lagi. Shundava menggunakan alat experimental Freedom untuk membuat energi pelindung ke seluruh koloni agar semua bisa dievakuasi dengan selamat. Namun tembakan dari kapal induk Black Sun terlalu kuat dan Shundava pun lenyap beserta Koloni Freedom. Ditengah pertempuran, Lex yang sudah kelelahan tertembak jatuh dan mendarat di zona gelap planet Ares. Di situ dia menemukan musuh lamanya. Para Draxonian. End of Volume 2

akhirnya, sampai ke Volume 3. Freedom dan Ares akhirnya bersatu untuk melakukan seragan ke planet Terra, pusat kerajaan Black Sun. Sementara Kaz dan Adrea ikut dalam penyerangan, Regine yang merasa berutang budi pada Lex, pergi ke zona hitam Ares. Di sana Regine bertemu dengan Lex dan Shundava yang berhasil diselamatkan oleh bangsa Draxonian. Mereka bertemu dengan pimpinan Draxonian yang mengutus mereka untuk ke planet Terra untuk menghentikan rencana jahat Kaisar Black Sun, Garibaldi. Dan mereka bertiga datang tepat waktu, karena serangan rahasia Kaz, Andrea dan pasukan merah Ares telah gagal dan mereka pun berhasil diselamatkan.

Lex dan kawan-kawan berhasil melarikan diri ke sebuah gua dimana Lex megingat semua masa lalunya. Dia ternyata adalah salah satu dari kesatria akhir zamannya Garibaldi yang dulu adalah pemimpin Imperium Terra. Di situ pula diketahui bahawa kolonel Emma adalah penghianat dan Lex serta Regine yang memergokinya berhasil mengalahkannya. Di pertarungan terbongkar pula kalau Regine adalah Kesatria sama seperti Lex juga.

Lalu merekapun melanjutkan serangan mereka ke istana Garibaldi sementara armada Freedom dan Ares yang dibantu pasukan Draxonian berhasil melewati kubah pelindung terra dan melakukan serangan terakhir mereka. Akhirnya Garibaldi pun tewas di tangan Lex dan rencananya untuk membinasahkan seluruh kehidupan di dunia berhasil di gagalkan.

Ya kurang lebih begitulah ceritanya guys. So, apakah kalian tertarik? Emang komiknya udah jadul tapi masih keren kok.

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: