Comic Books Film tv

Full Review The Falcon and The Winter Soldier, Serial Epik dalam “Red, White & Black”

Peringatan, review ini memiliki spoiler.

MCU (Marvel Cinematic Universe) dari studio Marvel terbukti masih belum tumpul dalam mengolah jagat sinema mereka. Walau tak sedikit fans yang merasa MCU seharusnya tamat setelah insiden Thanos dalam Avenger: Endgame. Namun serial MCU dalam Disney+ terbukti masih sanggup memuaskan fans.

Setelah pensiunnya Steve Rogers menjadi Captain America, posisi Captain yang sempat ditolak Sam membuat Sam Wilson bersitegang dengan Bucky Barnes, Winter Soldier. Namun mau tidak-mau mereka harus saling bahu-membahu bekerja sama untuk melawan musuh mereka, komplotan Flag Smasher, teroris yang muncul akibat krisis pengungsian setelah insiden Thanos yang melenyapkan setengah populasi bumi. Serial ini juga memperkenalkan John Walker , tentara veteran, yang sempat menggantikan posisi Rogers sebagai Captain America. Dan juga kembalinya Baron Zemo yang berperan sebagai Deutragonist serial ini.

Mengambil tema krisis pengungsi dan pemerintah yang terburu-buru dalam mengatur masalah tentunya merupakan refleksi masalah di dunia nyata saat ini. Uniknya mereka menambahkan isu “snap”oleh Thanos, sebagai isu tambahan dalam serial ini. Namun untungnya Disney tidak ceroboh dalam mengambil tema kontroversial ini. Hal ini dibuktikan dengan pidato Sam Wilson tentang masalah pengungsi bahwa ini adalah masalah serius yang kompleks, namun menodongkan senjata ke pengungsi bukanlah hal yang benar.

Untuk karakter Wyatt Russel sukses berakting sebagai John Walker, tentara veteran dengan anger issue. Actingnya sebagai Captain America baru , sukses membuat penonton kesal. Namun soal karakter. Uniknya Baron Zemo lah yang paling digali diserial ini. Latar belakang, filosofi, dan karakternya paling digali. Menurut saya, keputusan tepat merubah drastis karakternya dari komik. Tokoh Zemo yang merupakan simpatisan Hydra diubah menjadi mantan tentara intel kayaraya yang benci konsep Hydra, supremasis, orang-orang super berkumpul. Keluarganya adalah korban collateral damage hasil pertarungan Avengers vs Ultron . Karli sang pemimpin Flag Smasher, dibuat menjadi remaja naif yang sayangnya masih kurang membuat saya simpati.

Serial ini berakhir dengan masih banyak meninggalkan misteri seperti Sharon Carter yang menyimpan agenda, John Walker yang menjadi U.SAgent, dan Zemo yang masih manipatif. Sayangnya serial ini HANYA berdurasi enam episode di season pertamanya. Semoga di season kedua akan lebih banyak mengupas misteri di serial ini.

0 comments on “Full Review The Falcon and The Winter Soldier, Serial Epik dalam “Red, White & Black”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: