Fb. Ig. Tw.

Hai Warga Duniawi. Pada era digital saat ini kita harus pintar-pintar mengatur berita dan konten apa saja yang cocok untuk kita. Begitu pula konten yang bersangkutan dengan anak-anak. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan Google baru-baru ini, mereka membuat regulasi baru yang menyesuaikan dengan usia penggunanya, khususnya anak-anak. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

Google mengenalkan proteksi privasi baru pada seluruh pelayanannya. Bertujuan untuk melindungi anak-anak dibawah usia 18 tahun. Hanya seminggu setelah Instagram mengumumkan pengaturan barunya yang dapat mengurangi hal-hal aneh yang mengganggu penggunanya. Google mengatakan pengaturan baru ini akan mencakup beberapa host aplikasi lainnya, agar dapat menyesuaikan dengan usia anak-anak. Beberapa diantaranya temasuk Google Search, YouTube, youTube Kids, dan Google Assistant.

Perubahan dalam skala besar akan dilakukan pada YouTube, bertahap selama beberapa waktu. Menyesuaikan pengaturan standar untuk upload sehingga anak dibawah umur antara 13 sampai 17 tahun secara otomatis diatur ke opsi yang paling pribadi. Artinya konten yang mereka unggah hanya akan dilihat oleh pengguna dan orang lain yang mereka izinkan secara khusus untuk melihatnya.

“Kami ingin membantu pengguna yang lebih muda membuat keputusan yang pasti tentang online footprint mereka dan privasi digital pengguna. Termasuk mengingatkan pengguna untuk memastikan pilihan publikasi kontennya, untuk dibuat sebagai publik atau tidak.” Tulis direktur YouTube James Beser dalam postingan blognya.

YouTube juga mengatakan bahwa fitur-fitur ini sudah dikenalkan sejak tahun 2018, termasuk fitur “take a break” dan “bedtime reminders”. Sekarang fitur ini akan menjadi pengaturan standar bagi semua pengguna usia antara 13 sampai 17 tahun. Meskipun pengguna dapat menonaktifkan pilihan pengingat ini sesuai keinginannya.

Bagi pengguna yang lebih muda, YouTube juga akan membuat modifikasi yang signifikan bagi YouTube Kids, termasuk menambahkan pilihan autoplay yang dapat diubah oleh orangtua atau diatur untuk dimatikan sesuai kebijakan mereka untuk memastikan konten yang kurang baik. Sehingga konten seperti content-made-by-sickos-to-seem-kid-friendly-but-actually-it’s-a-snuff-film muncul dalam timeline YouTube anak-anak.

“Apakah ketika anda sedang berjalan-jalan dengan anak-anak ataupun sedang mendengarkan lagu anak-anak sambil memasak makan malam, kami ingin memberi orangtua kuasa untuk memilih pengaturan autoplay yang tepat bagi keluarga,” tulis Besser.

Akhirnya, YouTube Kids juga bisa menggunakan facelift dalam hal konten komersial yang diperbolehkan untuk dijalankan. Meskipun penempatan produk berbayar tidak pernah diizinkan untuk tayang di YouTube Kids. Penyesuaian ini akan selangkah lebih maju, mencakup video apapun “yang hanya berfokus pada pengemasan produk atau yang mendorong anak-anak untuk membelanjakan uangnya.” Menurut tulisan pada blog.

Pengaturan privasi ini datang dua tahun yang lalu setelah Google dan YouTube dipaksa oleh Federal Trade Commission dan New York Attorney General. Perusahaan diharuskan membayar hingga $200 juta untuk menyelesaikan tuduhan bahwa YouTube telah melanggar hukum privasi anak-anak. Mereka mengumpulkan data pengguna dibawah umur tanpa sepengetahuan orangtuanya, dengan tujuan untuk menayangkan iklan-iklan pada mereka. Dengan adanya regulasi baru ini diharapkan akan menjaga anak-anak dari konten yang kurang baik untuk usia mereka.

Share pendapat Warga Duniawi tentang perubahan yang dibuat Google ini. Apakah sudah sesuai dengan era digital saat ini? Tulis dikolom dibawah pendapat kalian.

Sumber: https://gizmodo.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: