Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
Saat ini memang mungkin kita sudah mulai lelah dengan berbagai macam sajian visual dalam film. Digital Effects yang beragam pada film blockbuster saat ini menjadikan kita selalu mengharapkan hal yang mustahil di dunia nyata bisa terwujud dalam film. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini ya Warga Duniawi.

Rasa takjub kita telah, mungkin, sedikit memudar, bahkan ketika kita sangat mudah kecewa. Terkadang kita meonoton film hanya menikmati indahnya visual yang diciptakan dengan brilian. Berlomba-lomba untuk membuat adegan film yang paling keren dan menakjubkan, agar bisa dinikmati penonton. Ditangan para seniman dan craftspeople, peristiwa ini masih bisa diwujudkan. Adegan yang membuat kita takjub, dan sering kali membuat kita bertanya-tanya: “bagaimana mereka melakukannya?”

Berikut beberapa moment dari beberapa film yang diproduksi dulu dan sekarang, dengan harapan menjadi inspirasi bagi seniman yang lain untuk memunculkan special effects dalam film-filmnya.

The Matrix (1999) — Bullet Time

Tehnik fotografi klasik yang dimanfaatkan untuk special effects dalam film ini. Laju peluru dalam adegan menginspirasi pembuat film untuk memberikan efek slow-motion, dan mengambil angle pengambilan gambar dari berbagai sudut yang tidak memungkinkan pada saat itu. Tambahan efek diberikan dari berbagi sudut adegan, dan dimulai dengan Wachowskis di Manex Visual Effects.

Inception (2010) — Dream Training

Christopher Nolan dan tim Double Negative memulai dengan footage dari suasana gang real-life di Paris. Mengharuskan dibuat dengan photorealistic yang detail agar bisa dilipat seperti origami. Dalam adegan ini menampilkan Leonardo DiCaprio, Elliot Page dan suatu warping cityscape.

Black Panther (2018) — Welcome to Wakanda

Film Ryan Coogler memenangkan beberapa penghargaan VFX, antara lain karena adegan pertarungannya yang mengesankan (beberapa di antaranya lebih sukses daripada yang lain). Efek transisi dari suatu pedesaan menuju Wakanda, dibuat dengan sangat memukau.

Doctor Strange (2016) — Street Fight

Terinspirasi dari realitas Inception yang dapat menekuk jalan-jalan kota, film ini melangkah lebih jauh dari itu. Doctor Strange menempatkan Mads Mikkelson dan Tilda Swinton didalam lukisan perkotaan Escher dan menyaksikan mereka bertarung didalamnya.

Terminator 2: Judgment Day (1991) — Liquid Metal Killer

groundbreaking dan masih efektif, screen time T2 dibantu dengan efek digital 3D. Beberapa menit dari adegan Robert Patrick, sangat mudah diingat oleh penonton.

Star Wars (1977) — Dykstraflex

Ada beberapa inovasi teknis yang terlihat pada trilogi asli Star Wars, tapi salah satu yang paling signifikan adalah sistem komputer motion control fotografi, dikembangkan oleh John Dykstra dan rekan, sistem yang memungkinkan untuk jauh lebih dinamis dan realis dalam space-set ship battles yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Inception (2010) — Hallway Fight

Seperti CGI yang menakjubkan dari Inception, ada juga adegan menakjubkan lainnya yang dibuat secara langsung, termasuk adegan perkelahian yang memorable ini. Mayoritas dibuat dengan rotating room dan aktor berpakaian khusus.

Independence Day (1996) — White House Down

Mungkin bukan inovasi yang terlalu mencolok. Independence Day sukses membuat film dengan genre bencana, menggunakan setiap tehnik yang ada pada saat itu, termasuk penggunaan miniatur yang mengesankan, dengan tampilan full display.

Interstellar — The Wormhole

Christopher Nolan dan rekan-rekan membawa tingkat realisme yang belum pernah terjadi sebelumnya pada elemen cerita ini, berkonsultasi dengan theoretical physicist Kip Thorne (dan yang lainnya) untuk menciptakan lubang cacing yang jauh lebih ilmiah dan masuk akal daripada film-film yang telah dibuat sebelumnya.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? Film apa saja yang sudah kalian tonton? Adakah film yang sangat berkesan yang pernah kalian tonton? Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya.
Sambil menunggu berita-berita terbaru lainnya, kalian bisa membaca beberapa artikel yang sudah kita buat sebelumnya.

Sumber: https://lifehacker.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: