Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
Kalian tahu tentang movement yang bertajuk #MeToo? Kabarnya aktris pemenang Oscar, Marion Cotillard ikut turut serta mendukung gerakan ini. Aksi ini umumnya bertujuan untuk menuntut hak-hal perempuan diseluruh dunia. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini ya Warga Duniawi.

Aktris Perancis sekaligus pemenang Oscar, Marion Cotillard mengatakan tentang “revolution” yang dipimpin oleh perempuan untuk melawan patriarki sejak mulainya kampanye #MeToo di San Sebastian Film Festival, dimana dia menerima Donostia Award dalam pencapaian karirnya di opening Jumat malam.

“Untuk beberapa tahun kebelakang, perwakilan perempuan telah terjadi peningkatan yang signifikan di mata publik; sebenarnya memang selalu ada peningkatan, tapi kali ini kita berbicara tentang saat ini, tentunya sejak adanya #MeToo. Hal ini memudahkan para perempuan untuk berbicara dengan lebih bebas. Ini benar-benar suatu revolusi, yang lebih intens dan saya sangat senang bisa melakukan dan merasakannya,” kata Cotillard, yang juga memerankan lawan main Adam Driver in Leos Carax di drama musikal ‘Annette’ yang memenangkan penghargaan top di Cannes.

“Hari ini, sebagai seorang perempuan, kita tahu kita bisa didukung oleh sebuah komunitas. Baik itu dari komunitas perempuan ataupun laki-laki, dan itu menjadi hal yang penting saat ini. Hasilnya adalah tentunya akan ada sisi lebih untuk perempuan, lebih banyak peran untuk perempuan, dan lebih banyak yang dapat berbicara lebih tentangnya, semakin banyak yang terlihat ketika kita mengubah sudut pandang penglihatan kita,” katanya.

Cotillard mengatakan “Ada beberapa hal yang tidak bisa ditoleransi akhir-akhir ini. Kita tidak menerimanya sebelumnya, tapi mereka dimaklumi oleh sebagian besar populasi.” “Baru-baru ini ada diskusi besar-besaran untuk mengatur ulang sistem patriarki dimana kita hidup secarang, dimana para perempuan mendapat tempatnya sendiri,” kata Cotillard, yang menyatakan bahwa dirinya sangat mengagumi Greta Garbo karena dia feminine dan masculine.

Cotillard juga membicarakan karakternya di “Annette” yang memenangkan best director award for Carax di Cannes. Dia memulai karirnya sebagai penyanyi opera terkenal dengan kehidupan keluarganya yang kirang beruntung. “Saya pikir kita hidup di dunia yang berbeda dari tahun 1940an atau 1950an, ketika seorang bintang dibentuk dan kehidupan berkeluarga menjadi terabaikan,” kata Cotillard. “Saat ini, mempunyai keluarga dan berkarir lebih mudah untuk dilakukan dan dirayakan. Semua lebih mudah untuk diseimbangkan. Jika kita ingin mempunyai kehidupan pribadi sebagai keluarga, kita bisa mendapatkannya bersamaan dengan kehidupan berkarir kita.”

Aktris ini juga mengatakan “mempunyai suatu kehidupan yang terasa normal” juga akan membuatnya terinspirasi dan “keinginan untuk memainkan karakter yang sepenuhnya berbeda dari siapa dirinya.” “Karakter yang semakin berbeda dengan saya, semakin enjoy untuk dimainkan.”

Cotillard mengatakan dia terlibat juga dalam project philanthropic karena dia “merasa terdorong untuk melawan sistem dan hal semacamnya.” Dia juga mengatakan ingin menggunakan statusnya sebagai selebritis untuk “menyalakan cahaya di bisang pekerjaanya atau sebagai aktifis, seperti yang dia gambarkan di dokumentari ‘Bigger Than Us’.

Berbicara tentang kemampuan bekerjanya di Hollywood dan di Eropa, dia mencatat penghargaan yang dia dapat di Oscar untuk perannya di Edith Piaf in “La Vie en Rose” menjadi titik balik karirnya. “Disana ada proses sebelum dan sesudah. Oscar ini membuka pintu ke lebih dunia film internasional, terutama film British dan American,” katanya.

“Saya berasal dari generasi yang tumbuh dengan meninton film Amerika. Meskipun saya tidak terlalu memimpikan mempunyai karir diluar negara saya, sinema Amerika merupakan bagian dari kultur saya. Disana banyak filmmakers yang saya kagumi dan lebih luas di dunia berbahasa-Inggris. Lalu Oscar memberikan kesmpatan saya berinteraksi dengan orang-orang itu,” kata aktor yang bekrja juga dengan Michael Mann, Robert Zemeckia, Christopher Nolan, Steven Soderbergh dan lainnya.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? Apa pendapat kalian tentang movement ini? Apakah kalian tertarik untuk mengikutinya? Atau hanya menganggapnya biasa saja? Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya.
Sambil menunggu berita-berita terbaru, Warga Duniawi bisa membaca artikel yang lainnya disini.

Sumber: https://variety.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: