Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
Developer game Indie Indonesia membuat permainan bertemakan bullying. Banyak sekali pelajaran yang akan didapat dari game ini. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini ya Warga Duniawi.

Tidak memandang soal usia, bullying atau penindasan akan selalu menjadi problem yang dihadapi oleh kaum muda suatu generasi. Dengan video game sebagai salah satu sumber utama pelarian bagi banyak dari kita yang menghadapi masalah ini, dua developer Indonesia menggunakan media tersebut untuk menyoroti efek bullying melalui novel visual baru mereka.

Developer game lndie Indonesia, Eternal Dream Studio, bekerja sama dengan Niji Games, akan merilis The Sun Shines Over Us (atau yang bisa disebut Menggapai Matahari), pada tanggal 7 Oktober di Google Play Store dengan titel free-to-play. Tanggal rilis The Sun Shines Over Us bertepatan dengan hari kesehatan mental dunia (World Mental Health Day).

Pemenang penghargaan SEA Game 2021, permainan ini menggambarkan masalah kesehatan mental pada masa remaja dan proses pemulihan korbannya di sekolah. Tujuan permainan ini adalah untuk menyebarkan kesadaran pada masalah kesehatan mental dan bagaimana mengatasi tantangan kesehatan mental melalui sebuah novel visual yang sehat.

The Sun Shines Over Us diatur di sebuah sekolah menengah swasta di Jakarta dan berfokus pada seorang siswa bernama Mentari, yang menderita gangguan stres pasca-trauma karena ditindas. Sejak itu dia telah dipindahkan ke sekolah baru di mana dia bertemu dengan teman-teman baru dengan masalah dan gangguan pada saraf mereka sendiri.

Setiap karakter akan memiliki respon yang berbeda terhadap kondisi Mentari, dengan banyak karakter juga berurusan dengan masalah kesehatan mental mereka sendiri seperti gangguan perhatian hiperaktivitas, gangguan makan, dan stres mental yang disebabkan oleh keluarga yang berantakan.

“Sebagai korban bullying dan orang yang menderita penyakit mental, ‘The Sun Shines Over Us’ adalah proyek penulisan yang paling mendekati pengalaman saya,” kata penulis The Sun Shines Over Us, Nana Hanifah
“Kekambuhan mendadak karena trauma dan pemicu, tidak pernah berhenti secara berulang-ulang untuk kemajuan pemulihan, pengalaman-pengalaman serupa semua yang coba saya sampaikan di The Sun Shines Over Us.”

Melalui gameplay dari The Sun Shines Over Us, pemain akan dihadapi melalui beberapa dialog dan tindakan yang akan mempengaruhi cerita secara langsung. Setiap pilihan yang dibuat akan mengubah adegan dan interaksi antara karakter. Setiap pilihan juga akan mempengaruhi kemajuan mereka dalam pemulihannya dan hubungannya dengan tokoh-tokoh lain.

“Saya ingin The Sun Shines Over Us agar dapat memberikan harapan kepada para korban bullying, sambil juga memberikan pemahaman dan pendidikan umum kepada masyarakat tentang cara menangani dan menanggapi mereka,” kata pendiri Niji Games, Nikko Soetjoadi.

“Karena saya percaya bahwa orang-orang yang mengalami trauma masa lalu dan sakit mental semuanya sama seperti kita yang perlu humanis. Mereka memiliki harapan yang sama dan layak, kesempatan yang sama untuk masa depan mereka sendiri. Pemahaman seperti itulah yang ingin kita berikan dari The Sun Shines Over Us.”

“Untuk memberikan cerita dan pengalaman yang paling akurat bagi para pemain, kami juga bekerja sama dan meminta pendapat profesional dari ahli kesehatan di bidang psikiatri, Dr. Mutiara Utami Sp.Kj yang telah membaca dan menyetujui cerita dan bahan-bahan di The Sun Shines Over Us.” Kata pendiri External Dream Studio, Lucky Putra Dharmawan.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? The Sun Shines Over Us akan merilis tiga bagian pertama dari ceritanya pada tanggal 7 Oktober dan akan merilis bagian cerita berikut setiap dua minggu berikutnya. Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya.
Sambil menunggu berita terbaru selanjutnya, kalian bisa membaca beberapa artikel lainnya disini.

Sumber: https://sea.ign.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: