Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
SEA Game Awards tahunan yang kelima berlangsung akhir pekan lalu, dengan beberapa games yang paling luar dari beberapa wilayah, mendapatkan waktu mereka untuk bersinar. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini ya Warga Duniawi.

Dengan sepuluh kategori, SEA Game Awards tahun ini melihat games yang berbeda dari berbeda genre. Mereka semakin diakui dalam industri game saat ini. Berikut akan kita bedah siapa saja yang berhasil membawa pulang kemenangan, berdasarkan kategorinya masing-masing.

Penghargaan Best Game Design terbaik dimenangkan oleh permainan vertikal seperti Rising Hell dari Tahoe Games dan Toge Productions. Mereka menghadapi beberapa kompetisi keras dari Tank Brawl 2: Armor Fury, The Signal State, dan Malice.

Rising Hell juga dianugerahi penghargaan Best Audio, yang sudah pasti layak berkat soundtrack heavy metalnya. Selain itu ada juga Noodle SouperStar dari BattleBrew Productions, begitu juga produk dari Toge Production lainnya, games Coffee Talk yang dipublikasikan dan When the Past Was Around.

Penghargaan Best Innovation, sementara itu, telah dirampas game simulator dari Thailand yang akan datang, Airship Academy oleh Revolution Industry. Mengenai inovasi gameplay terbaik yang dibuat dalam industri games, nominasi lainnya mencakup Kingdoms Reborn, Tales of Phi: Math Land Great Battle, dan DeLight: The Journey Home.

Omong-omong, penghargaan Best Storytelling dimenangkan oleh DeLight: The Journey Home. Permainan ini memenangkan penghargaan yang sama pada tahun 2019 serta penghargaan Best Innovation tahun lalu. Toge Productions game, termasuk Coffee Talk, When the Past Was Around, dan A Space for the Unbound, semua dalam kategori untuk penghargaan ini juga.

Adapun penghargaan Best Technology, pendatang baru Biwar: Legend of Dragon Slayer dari Devata Games Production membawa pulang hadiahnya. DeLight: The Journey Home juga dinominasikan untuk penghargaan ini, bersama dengan Water Child dan Airship Academy.

Audience Choice Award yang didambakan diberikan untuk game Pinoy, Fallen Tear: The dari CMD Studios. 2D metroidvania ini masih dalam pengerjaan, dan pasti ini adalah sebuah game dari penggemar genre ini yang harus diawasi.

Best Student Game tahun ini diberikan kepada game petualangan atmosfer, Water Child. Mengalahkan sesama mahasiswa game UOW Malaysia KDU University College, Clocked-In dan Hadal.

The Rising Star Award dimenangkan oleh Exist.EXE, RPG yang akan datang oleh Skyfeather Games Studio. Seperti pemenang tahun lalu, Fallen Knight, Exist.EXE memberikan penghormatan untuk berbagai permainan dari tahun 90-an.

Untuk penghargaan Best Visual Art, dimenangkan oleh When the Past Was Around dari Mojiken Studio. Dengan nominasi lainnya, My Lovely Wife, A Space for the Unbound, dan Biwar: Legend of Dragon Slayer benar-benar menunjukkan besarnya kegemaran Indonesia untuk estetika dan art styles.

Dan yang terakhir, pemenang Grand Jury Award tidak lain dan tidak bukan, dimenangkan oleh Coffee Talk dari Toge Productions. Secara keseluruhan, studio itu memenangkan empat penghargaan, yang merupakan prestasi luar biasa bagi salah satu publisher terkenal di daerah itu.

All in all, sebagian besar pesaing top dari tahun kelima SEA Game Awards pulang dengan membawa penghargaan tahun ini. Kami tak sabar melihat penghargaan acara ini tahun depan, yang akan diadakan untuk game menarik lainnya dari berbagai daerah.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? Apakah hasil yang ada sesuai dengan ekspektasi kalian? Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya.
Sambil menunggu berita terbaru selanjutnya, kalian bisa membaca beberapa artikel lainnya.

Sumber: https://sea.ign.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: