Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
Fenomena Doom yang asli masih berpengaruh seperti ketika dilepaskan pada tahun 1993. Dan sementara banyak yang sudah di upgrade ke fast-paced, tiga dimensi dari reboot, masih ada banyak cinta dengan kisah originalnya. Simak ulasan selengkapnya dibawah ini ya Warga Duniawi.

Doom bukan hanya sebuah tolak ukur yang hebat dalam teknologi, dengan segala sesuatu dari kalkulator dan smart fridges yang bisa memainkan permainan asli pada titik ini, tapi mesin Doom yang asli juga merupakan alat yang bagus bagi banyak orang untuk mencelupkan jari-jari kakinya ke dalam game development.

Itulah kasus Mala Petaka, first-person shooter di arcade yang menggunakan mesin sumber terbuka GZDoom oleh artis pixel Indonesia, Sanditio Bayu.

Para pemain akan memainkan peran pahlawan cyberpunk bernama Petaka, yang menderita amnesia dan ingin membuat rasa sakit pada seluruh pembunuh robot.

Dari classic plasma rifle hingga peluncur granat penghancur gelombang, para pemain akan lebih siap untuk menghadapi tantangan apapun yang menghadang mereka. Dan jika itu gagal, pukulan pemain akan lebih dari cukup untuk mengirimkan musuh.

Full game akan membahas empat chapters, dengan setiap chapter yang menonjolkan lima misi untuk para pemain untuk ditaklukan. Akan ada juga enam mode kesulitan, yang menampilkan mode ekstra yang dikenal sebagai Mahadewa dan Malapetaka modes.

Mala Petaka memiliki demo playable sekarang, para gamer yang tertarik dapat memeriksanya di itch.o.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya. Sambil menunggu berita terbaru selanjutnya, kalian bisa membaca beberapa artikel lainnya.

https://sea.ign.com

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: