Fb. Ig. Tw.

Hai.. Warga Duniawi!
Saat ini aset digital dapat dilindungi lebih baik melalui jual-beli secara online. NFTs merupakan salah satu cara yang sering dipakai saat ini. Aset digital saat ini banyak diperjual-belikan didalamnya. Karya-karya dari artist digital lokal maupun luar dapat dibeli dengan harga yang tinggi. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya Warga Duniawi.

Secara simpel, NFTs (Non-Fungible Tokens) adalah salah satu jalan untuk menentukan kepemilikan file secara digital. NFTs saat ini bisa dibilang sedang populer di dunia digital. Ini merupakan alat yang bisa digunakan setiap artist digital untuk memastikan karyanya tidak ada plagiat bagaimanapun caranya.

Tidak perlu melihat bagaimana kalian memulainya, baik sebagai artist profesional, atau hanya sebagai artist indie, ataupun menjadi bagian dari suatu tim atau perusahaan.

Beberapa karya yang dijual juga bisa saja memuat suatu makna dari daerah tertentu. Seperti yang dilakukan salah satu perusahaan IP dari Indonesia, Beyondtopia. Mereka mengangkat karya-karya identiknya dengan tajuk BEYONDTOPIA METAVERSE. Seperti yang mereka sampaikan pada akun Instagram resminya (@beyondtopia), akan ada beberapa karya digital yang ditawarkan didalamnya.

Untuk karya pertamanya, Beyondtopia mengeluarkan “BEYONDTOPIA Realm Collections” Realm 01, Rare Editions, berupa NFT Video. Karya ini dibuka pada bulan Januari tahun 2022 ini. Lalu, dilanjutkan kembali pada bulan Februari dengan Realm 02.

Selain karya dari creatornya sendiri. Beyondtopia juga mengeluarkan digital artwork yang merupakan kolaborasi dengan cretaor dan ilustrator lainnya dari berbagai dunia. Exclusive Artwork of #Galica adalah salah satunya. Dikutip kembali dari akun Instagram Beyondtopia, karya digital ini sudah terjual dan dibeli oleh Henry J Kim.

Bulan maret ini mereka juga mengeluarkan Exclusive Poster Art of #Blackbull, karakter Bandit yang dibuat oleh creator Beyondtopia. Poster ini terinspirasi oleh film The Batman yang saat ini sedang tayang di bioskop. Warga Duniawi bisa cek posternya dibawah ini.

Dalam NFTs mereka menerapkan sistem yang menandai aset digital dan mengontrol konten lainnya. Karya yang ada bisa berbentuk potongan musik, digital artwork atau video, “minting” sebagai suatu NFT yang mengartikan bahwa kamu bisa membuktikan kepemilikan atas karya tersebut.

Sebelumnya aset karya disgital sangat mudah untuk dicuri. Ini sebesar seperti mengartikan artist saat ini tidak dapat dicurangi dari segi royalti dan kolektor tidak harus khawatir tentang investasi dalam suatu karya yang palsu atau merugikan.

Bagaimana menurut Warga Duniawi? Beritahu kami pendapat kalian dikolom komentar dibawah ya. Sambil menunggu berita terbaru selanjutnya, kalian bisa membaca beberapa artikel lainnya.

Tinggalkan Balasan

You don't have permission to register
%d blogger menyukai ini: